Yak, beres sudah event DISTORSI MAXIMUM #4 yang dilaksanakan hari sabtu tanggal 11 Desember 2010 kemarin. Saya yang selaku panitia inti sangat merasakan capek dan lelah yang luar biasa. Bahkan gejala sakit flu sudah menyerang diriku saat ngepost blog ini. Namun di balik itu semua, tentu ada kepuasan tersendiri mengingat acaranya berjalan dengan baik dan lancar. Yup, secara garis besar, DISTORSI MAXIMUM #4 bisa dikatakan sukses. Mungkin yang menjadi kendala adalah jumlah pengunjung yang tidak sebanyak DISTORSI MAXIMUM #3 yang diadakan bulan Juni lalu (DISTORSI MAXIMUM merupakan event metal yg dilakukan dua kali dalam setahun). Hal ini sudah pasti dikarenakan pengunjung wajib untuk membeli tiket seharga Rp. 20.000,- Inilah yang membuat saya sedikit kecewa. Seharusnya untuk para metalhead (atau sebuat saja penikmat musik metal), uang sebesar itu tidak terlalu besar sama sekali. Dengan membayar uang senilai itu, sudah bisa menyaksikan dua buah band super cadas Indonesia, JASAD dan KILLHARMONIC. Belum lagi tiket bisa ditukar dengan bonus stiker plus rokok. Kurang di mananya lagi yah? Memang beginilah gambaran khas orang Indonesia. Pinginnya serba yang gratis. Ngakunya support. Tapi keluarin modal sedikit, tidak mau. Apa-apaan itu! Dunia support mensupport sudah tidak seperti dulu lagi yang serba gratisan. Bila ada event metal, datang lah dengan membeli tiketnya. Ada band bagus yang tampil, belilah karyanya. Itu baru yang dinamakan support jaman modern sekarang ini.
Loh, kok jadi marah-marah ya? Haha. Oke, sekarang saya mau cerita sedikit soal KILLHARMONIC dan JASAD ya. KILLHARMONIC mendarat di kota Palangka Raya pada hari jumat tanggal 10 Desember. Sekitar jam 10 pagi. Saya tidak bisa menjemput di bandara karena waktu itu ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Pada jam 12 siang saya mampir ke hotel tempat mereka diinapkan. Rada kaget juga begitu ketemu dengan sang leader & gitaris dari band KILLHARMONIC asal kota Kediri, yakni Innu. Gimana yak. Kalo di Facebook mas Innu ini ngomongnya rada pedes dan kadang nonjok ke hati. Tapi kalo secara real life-nya, mas Innu orangnya ramah banget. Tutur katanya lembut. Kontras banget. Mana rambutnya gondrong panjang lagi. Haha. Penampilan KILLHARMONIC di panggung DISTORSI MAXIMUM #4 kemarin sungguh luar biasa cadasnya! Mas Innu permainan gitarnya jangan ditanya lagi deh. Tidak salah bila di forum IDDM (Indonesia Death Metal) orang ini dipanggil dengan sebutan “suhu“. Atraksi gitar yang dia peragakan ibarat seorang maestro gitar yang sedang mengajarkan gimana cara memainkan teknik gitar dengan baik dan benar. Seandainya mas Innu buka kursus gitar di kota sini, dijamin deh bakal laris manis. Sang vokalis KILLHARMONIC, Matto, sungguh sangat tidak saya sangka. Kualitas guttural vocal dan inhale voice-nya layak untuk diacungi jempol. Yang membuat kagum penonton juga adalah aksi dari sang drummer, Billy. Selain berwajah tampan, permainan drumnya top notch abis. Sangat kompleks!

(saya -paling kiri- bersama panitia DM#4 berfoto dulu melepas kepergian JASAD di bandara Tjilik Riwut)
JASAD landing di bandara Tjilik Riwut sekitar jam setengah 5 sore. Kasihan mereka. Pesawat yang mereka tumpangi mendelay dua kali jadwal penerbangannya. Say fuck to Batavia Air!!! Saya ikut menjemput JASAD. Begitu member dan kru JASAD muncul dari ruang kedatangan, yang pertama kali saya kenal adalah tentu saja tidak lain dan tidak bukan Man, sang vokalis. Rambutnya gondrong. Belum lagi kumis dan jenggotnya yang lebat itu. Haha. Pokoknya sangar deh nih orang. Tapi tenang saja. Wajahnya aja yang sangar. Pembawaannya enak dan asyik kok walaupun banyak diamnya. Ferly, gitaris, wajahnya rupawan banget. Hihi. Yuli (bassist dan leader) dan Pampam (drummer) sepertinya sudah sedikit berumur. Haha. Mudah-mudahan postingan blogku ini tidak mereka baca. LOL. JASAD di DISTORSI MAXIMUM #4 kemarin tampil di akhir acara. Itu sekitar jam 11 malam. Yup. Rada molor nih. Seharusnya jam 10 malam mereka sudah main. Soal molor memang disebabkan banyak hal. Salah satunya adalah padam listrik. Gila tuh PLN! Saat itu saking geramnya, saya langsung menelpon ke PLN. Saya marahi habis-habisan. PLN-nya sendiri bilang memang ada kerusakan. Dan sedang dicari sumber masalahnya. Untunglah dalam waktu 30 menit listrik nyala lagi. Sebenarnya sih kami siapkan genset. Namun pemakaian arus listrik dari genset itu tidak bagus untuk perform band. Arus listrik yang naik turun malah menyebabkan sound sistem terdengar nyaring-mengecil. Lantas, gimana aksi JASAD? Ya jangan ditanya lagi. Super duper brutal! Saya saja sampai terharu bisa menyaksikan JASAD tampil live. Akhirnya penantian panjang untuk menyaksikan JASAD tampil live bisa diwujudkan tanpa harus pergi ke Bandung, asal kota mereka. Total lagu yang mereka bawakan ada delapan buah lagu. Mulai dari Getih Jang Getih, Urine Campur Nanah sampai dengan Kurang Rompang. Itu juga sudah termasuk dua buah lagu baru mereka, Precious Moment to Die dan Rebirth ov Jatisunda. Rencananya dua lagu baru ini akan dihadirkan dalam album terbaru mereka. Mungkin tahun depan rilisnya. Saya pasti beli!!!
Waduh, waktu luang saya sudah habis nih. Musti sibuk-sibuk lagi nih demi sesuap nasi. Padahal masih ingin bercerita lebih banyak lagi di sini. Kapan-kapan saya lanjutin yaa. Itu juga kalo tidak lupa dan tidak malas untuk nge-blog. Hahaha….
Filed under: Uncategorized