Tanggal 02 Desember 2008 kemarin aku ikut Perayaan Natal Oikoumene Pemuda se-Kalimantan Tengah yang diadakan di aula Tambun Bungai, salah satu aula paling megah di kota Palangka Raya sini. Biasanya aku paling malas ikut acara ini. Bukannya apa-apa sih, sebab dari tahun ke tahun acara Perayaan Natal Oikoumene Pemuda se-Kalimantan selalu saja kurang menarik. Alias membosankan. Materi acara tiap tahun gitu-gitu aja. Namun kemarin itu aku memutuskan untuk ikut. Apa sebab? Yah karena ada bintang tamu sang penyanyi rohani cilik yang sekarang sudah dewasa, siapa lagi kalo bukan Nikita.
Acara perayaannya mulai jam 5 sore. Tapi aku datang jam 6 sore. Walau telat, aku masih bisa mendapatkan tempat duduk di bagian depan. Memang itu yang aku cari. Supaya nantinya bisa menyaksikan Nikita dengan jelas saat mendendangkan lagu-lagu pujian Natal. Nikita duduk paling depan. Satu deret ama undangan-undangan yang didominasi oleh para pejabat daerah. Entah apakah mereka memang mau niat melaksanakan ibadah Natal atau cuman promosi sambil kampanye terselubung.
Dan benar. Acara ibadah Natal-nya benar-benar garing! Tidak ada semangat. Duh! Pingin pulang aja rasanya. Hampir memakan 1,5 jam, acara ibadah pun selesai. Dan langsung disusul dengan acara perayaan Natal. Nah, di sini lah Nikita tampil membawakan 6 buah lagu andalannya. Kebetulan karena duduk agak di depan aku bisa dengan jelas melihat wajah dan rupa Nikita. Well, untuk wajah, Nikita memang manis. Cantik juga tidak sih. Kulitnya putih. Sayang agak kurus. Hehehe….
Namun cuma satu aja yang bikin aku terkesima: Kharisma-nya itu loh. Luar biasa bersinar! Aura-nya benar-benar terpancar. Duh, mungkin seperti ini kali ya wujud seseorang yang selalu dapat berkat dari Tuhan. Hampir menyerupai malaikat. Soal nyanyi, jangan tanya lagi. Kualitas warna vokalnya yahud. Sayang aa sound sistem yang ada agak sedikit bermasalah. Terus ketika menyanyi, feel-nya dapat banget dengan ekspresi jiwa yang luar biasa mengagumkan.
Sayang sekali kamera digital-ku sedang dipinjam oleh seorang temanku. Jadinya aku tidak bisa mengabadikan kesempatan langka ini. Yup, ini merupakan untuk pertama kalinya Nikita datang ke kota Palangka Raya. Yah, tidak apa-apa sih. Mungkin belum jodohnya kali. Wakakaka….
Filed under: catatan, musik, natal, nikita
Recent Comments